Ayah
Masih ingatkah engkau
Disaat mentari merah mewarnai awan
Membawa kesan dalam hatiku
Yang penuh dengan kepalsuan
Ayah
Maih ingatkah engkau
Disaat mentari mulai menepi
Dihamparan rumput nan luas menghijau
Tak sebanding dengan luka di hati
Ayah
Senja itu takkan pernah ku lupa
Disaat engkau buka tirai hatimu
Janganlah kau biarkan matamu berkaca
Tak sanggup ku menatap, hingga ku jatuhkan air mata
Ayah
Begitu besar pengorbananmu, Berjuta rintangan kau lalui
Kau rela korbankan nyawa dan waktumu
Hanya demi kebahagiaan kami disini
Ayah
Kpan engkau pulang
Kami selalu terkenang
Senyummu yang cemerlang
Ayah
Engkaulah pujaan hati kami
Jangan kau pergi lagi
Lihatlah kami disini
Merindukanmu setengah mati
Ayah
Bila engkau bersandar
Dada kami berdebar
Ingin mendengar kabar
Ayah poulang walau hanya sebentar
Bila ada mentari menyapa dipagi hari
Aku selalu teringat padanya
Sosok yang rela korbankan waktunya untuk kami
Kebahagiaan adalah harapan baginya
Dia selalu mengajariku
Mengerti tentang hidup, pahit dan manis
Dia sosok yang sangat berarti bagiku
Bia berkorban hanya untuk masa depan kami
Ayahku bukanlah apa-apa
Tak ada yang istimewa darinya
Dia hanyalah seorang ayah,
Ayah yang selalu memberika kenyamanan
Bagi keluarganya
Ayah aku harap engkau tidak pernah melupakanku
Sungguh kecewa bila ku tau bahwa Ayah telah melupakan ku
Aku disini rindu akan kehadiranmu
Kehadiranmu yang slalu dipenuhi tawa dan candamu
I MISS YOU, AYAH
Tidak ada komentar:
Posting Komentar